Saturday, May 26, 2012

kamu, saya.

saya lagi menunggu masa-masa UAS dan persiapannya untuk berlalu. rasanya dari kemarin semua masalah kecil satu per satu tumbuh besar, semua perkataan orang jadi salah. a very high stress situation, indeed.

sayangnya,
kecewanya,
masalah yang terbesar justru datang diantara kamu, dan saya.

rasanya kemarin, bahkan waktu ngerjain tugas bareng teman kelompok, yang seharusnya justru rentan masalah, saya baik-baik aja dan penuh ketawa-ketawa sejak perjalanan sore-sore sampai di tujuan kami interview (ya, tugasnya interview dengan sebuah perusahaan.) tapi justru, tiba-tiba BBM kamu yang bikin saya sempet kehilangan mood untuk ngobrol sama kamu.

masalah sepele, yang mungkin karena saya lagi pusing di jalanan jumat jakarta yang macet, tapi maksa baca HP, jadi bikin saya benar-benar nggak mood lagi. dan kamu juga effortless untuk berdamai. maka, saya diam. sampai malam saat saya sampai rumah.

tadi siang, kita ngobrol di telepon. 2 jam. dalam 2 jam itu, kita bicara banyak: ketawa-ketawa, cerita tentang daily life kita beberapa hari ini, dan diantaranya masih terselip beberapa argumen yang muncul lagi disana. tapi at the end, kita baikan.

setelah baikan, kita kembali melanjutkan konversasi via BBM. ngobrol lagi, tapi akhirnya lagi, argumen kembali terseruak. dari masalah yang saaaangat simpel, dan rasanya normal untuk diperbincangkan, dan nggak perlu dijadikan masalah.

menatap layar HP, mata saya tiba-tiba panas. ada air yang tiba-tiba turun di bantal di pangkuan saya.

selain masalah tugas dan ujian, wanitamu rasanya sedang nggak perlu menghadapi lagi masalah-masalah kecil yang apparently membuat dia kehilangan kekuatan untuk menahan butir-butir air yang tersimpan di matanya. apalagi, yang terpaksa keluar justru karena orang yang seharusnya mengayomi, men-support dia.

menulis ini sambil mendengarkan band galau favorit saya, sheila on 7, mereka makin nggak berhenti. saya salah strategi, sih, sepertinya.

Leave a Reply